Minggu, 28 Oktober 2018

10 Tari Tradisional Indonesia Paling Populer

Jum'at, 13 April 2018 - 06:00 WIB
10 Tari Tradisional Indonesia Paling Populer
Tari tradisional Indonesia sangat dikagumi oleh wisatawan mancanegara. GRAFIS/KORAN SINDO
TARIAN atau gerakan tubuh adalah salah satu seni pertunjukkan yang diselaraskan dengan iringan lantunan alat musik. Biasanya tarian berfungsi untuk menyambut tamu, peringatan hari atau peristiwa tertentu atau bentuk ritual keagamaan. Di Indonesia menjadi salah satu tradisi dalam bersosialisasi dan membudayakan kesenian tradisional. Berikut 10 tarian tradisional Indonesia terpopuler versi survei KORAN SINDO.

1. TARI JAIPONG - Jawa Barat (25%
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerSiapa yang tak kenal tari Jaipong? Tarian khas dari Jawa Barat ini dikenal dengan gerakan yang dinamis dan atraktif karena berasal dari gabungan pencak silat, tari ronggeng dan tari ketuk tilu. Biasanya tarian ini dibawakan secara per orangan atau grup dan ditampilkan saat penyambutan tamu besar hingga festival budaya.



2. TARI KECAK - Bali (10%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerBukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya, Bali juga dikenal dengan ragam budayanya. Salah satunya tari kecak. Tarian yang menampilkan drama tari dari cerita Ramayana ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Bali. Tari Kecak disebut juga dengan tari Sang Hyang yang dilakukan saat upacara keagamaan.

3. TARI REMONG - Jawa Timur (10%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerTari remong atau yang biasa disebut dengan tari remo adalah tarian yang menggambarkan seorang pangeran yang berjuang di medan perang. Tarian ini sering ditampilkan sebagai pengantar pertunjukan dalam pergelaran kesenian Ludruk atau tarian selamat datang untuk menyambut tamu. Umumnya, tari ini dibawakan penari laki-laki dengan gerakan yang gagah berani.

4. TARI PENDET - Bali (8%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerTarian yang juga terkenal dari Bali ini biasa ditampilkan sebagai tarian selamat datang atau tarian penyambutan khas Bali. Tari pendet biasa dibawakan penari wanita dengan membawa mangkuk kecil berisi berbagai macam bunga yang menjadi ciri khasnya. Awalnya, tari pendet merupakan tarian yang menjadi bagian dari upacara di pura sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan dalam menyambut kehadiran para dewata yang turun dari khayangan.

5. TARI GAMBYONG - Jawa Tengah (6%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerMasyarakat Jawa dikenal dengan kelembutan dan keluwesannya. Hal tersebut digambarkan dalam sebuah kesenian, yaitu tari gambyong. Tarian ini dibawakan beberapa penari wanita dengan gerakan yang anggun dan indah. Di masa Kraton Surakarta, tari gambyong sering dijadikan sebagai tarian hiburan dan tarian penyambutan tamu kehormatan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini juga.

6. TARI SERIMPI - Yogyakarta (5%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerTarian klasik ini bersifat sakral yang menggambarkan kesopanan dan kelemahlembutan. Hal tersebut dapat dilihat dari gerakannya yang pelan dan lemah lembut. Dulu tarian ini hanya ditampilkan di lingkungan Keraton Yogyakarta untuk acara kenegaraan dan peringatan kenaikan tahta Sultan. Karena sifatnya yang sakral, penarinya juga sudah dipilih oleh keluarga kerajaan. Namun setelah Kerajaan Mataram pecah, tarian ini mulai mengalami perubahan dalam segi gerakan meskipun inti dari tarian ini masih sama.

7. TARI YAPONG - Jakarta (5%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerJenis tarian kontemporer ini melambangkan suka cita dan pergaulan masyarakat Betawi di Jakarta. Gerakan dalam tarian ini sederhana namun sangat dinamis. Para penari menari dengan ekspresi gembira dengan memainkan kaki dan tangan secara bergantian. Tarian ini memiliki gerakan sangat bervariatif karena tari Yapong merupakan tarian kontemporer. Tarian ini terus berkembang dengan berbagai kreasi dalam setiap pertunjukannya.

ADVERTISEMENT
8. TARI TOR TOR - Sumatera Utara (4%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerSebuah pertunjukkan tari yang unik dari Sumatera Barat karena menggunakan properti berupa piring dalam tariannya. Piring-piring yang digunakan para penari tersebut diayun dengan gerakan-gerakan yang cepat namun teratur. Tari tradisional dari Minangkabau ini dibawakan oleh beberapa penari yang membawa dua piring di setiap telapak tangannya.

9. TARI PIRING - Sumatera Barat (4%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerSebuah pertunjukkan tari yang unik dari Sumatera Barat karena menggunakan properti berupa piring dalam tariannya. Piring-piring yang digunakan para penari tersebut diayun dengan gerakan-gerakan yang cepat namun teratur. Tari tradisional dari Minangkabau ini dibawakan oleh beberapa penari yang membawa dua piring di setiap telapak tangannya.

10. TARI SAMAN - Aceh (4%)
10 Tari Tradisional Indonesia Paling PopulerTarian yang dibawakan sekelompok orang yang jumlahnya ganjil ini sudah melenggang hingga ke mancanegara. Keunikan tarian ini terlihat dari penggunaan tangan penari untuk menciptakan suara-suara yang padu. Jika kebanyakan tari tradisional lain penarinya bergerak bebas, tari saman dibawakan penarinya dengan cara duduk. Selain menggunakan gerakan tangan, para penari juga berbagi tugas, ada yang mengaum, menyanyikan lagu, dan lain sebagainya
Senin, 29 oktober 2018

Belajar menari dengan tehnik tradisional
Didalam belajar menari khususnya tari Bali, pada zaman dahulu para seniman tari pada umumnya menggunakan tehnik tradisional yang biasanyan mereka menerapkan tiga jenis tehnik yakni :
  1. Tehnik Imitasi, yang di maksud dengan tehnik imitasi adalah seseorang guru tari yang cara mengajarkan muridnya dengan cara mencontoh kemudian di suruh menirukan dari belakang.
  2. Tehnik Koreksi, tehnik ini adalah membenahi atau memperbaiki gerak muridnya yang salah, menuntun, mengarahkan, yangmana dilakukan dengan keras dan tegas.
  3. Tehnik Moulding, Tehnik ini diterapkan dengan cara merubah bentuk dan tegak pada saat melakukan pelatihan, hingga rupa sesuai dengan bentuk gerak yang di inginkan oleh sang guru. Tehnik ini dikatakan sangat berat karena memerlukan tenaga yang sangat beras dan hanya dapat di lakukan secara perorangan. Semua guru seni tari menggunakan tehnik tradisi ini. Mereka belum sampai pada mengadakan analisa gerak, walaupun mereka mempunyai VOKABULER yang artinya peristilahan yang lengkap tentang semua gerak dari tubuh dan bagian-bagian badan sampai mendetail. Metode yang mereka terapkan bisajuga di sebut “Holistis” atau secara menyeluruh, dan sekaligus dengan lagu iringannya.
       Di samping ketiga unsur tehnis tersebut para guru tari tradisional biasanya juga mahir dalam MASAGE/memijat dan mengurut yang tentunya tidak berdasarkan ilmu anatomi dan faal modern, tetapi apa yang mereka dapat pelajari dari gurunya terdahulu di tambah dengan pengalaman mereka sendiri. Mereka melakukan hal itu setelah atau sebelum latihan untuk membuat tubuh sang murid menjadi luwes dan lebih mudah di olah sesuai dengan gerak dan  yang di inginkan. Berbeda dengan metode “analitis” yang mengajarkan tehnik menari atas dasar analisa gerak tubuh, yang bersifat obyektif, rupanya metode yang “holistis” itu bersifat sebagai penghubung antara guru dan murid secara langsung menyusupkan “jiwa” yang bertujuan untuk menjiwai tarian itu dari sang guru kepada sang murid. Kepekaan sang murid untuk penyusupan jiwa ini mungkin juga mempersiapkan kepekaan untuk mendapdtkan “Taksu” sebagai seorang senipan seni pertunjukan di kemudian hari. Sudah tentunya keberhasilan seorang guru untuk menyusupkan “Jiwa” ini masih tergantung dari kesungguhan dan kepribadian sang murid dan sang guru itu sendiri. Dalam hal ini perlu juga di perhatikan peran dan kedudukan guru seni tradisional itu sendiri, yang mana peran seorang guru tari dalam masyarakat lebih di tentukan oleh faktor-faktor lain daripada profesinya sebagai guru tari, yang oleh masyarakat di pandang sebagai kejuruan, keahlian tehnis yang sederajat dengan kejuruan-kejuruan lain seperti juru gamel, juru gambar, tukang ukir, dan sebagainya. Guru seni yang mempunyai peran dan kedudukan khas dalam masyarakat, adalah guru Pedalangan. Biasanya beliau tidak suka menyebut dirinya sebagai guru,tetapi hanya sebagai “dalang” karena beliau tidak selalu melakukan kegiatan mengajar.
        Belakangan ini, meskipun banyak guru-guru tari yang telah memiliki kemampuan didalam memberikan pelatihan menari akan tetapi metode-metode tersebut di atas tetap terpakai dan bahkan ada pula mempergunakan tongkat kayu sebagai penyangga bahu dari pada anak didiknya, hal itu dapat kita jumpai pada pelatihan menari khususnya bagi anak-anak pemula yang akan mempelajari tari Baris. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa menjadi seorang penari Baris hendaknya memiliki fostur tubuh yang tegap dan bahu yang selalu diangkat agar penampilan atau penyajian tarian tersebut menjadi gagah dan bersemangat di dalam pementasannya. Hal tersebut pula dilakukan untuk membiasakan para penari itu sendiri untuk mengangkat bahunya sewaktu menyajikan tarian tersebut, seperti yang kita saksikan bersama hasil yang di capai dengan metode itu sangat memuaskan. Sebagai kesimpulan, Belajar Menaari Dengan menggunakan Tehnik Tradisional juga dapat melahirkan seniman-seniman tari yang baik dan berbakat. Hal positip yang kita dapati selain menjadikan agem penari itu sendiri adalah membentuk sikap/postur tubuh yang tegap dan sehat karena bilamana seseorang itu akan mengambil atau mempelajari tarian yang lain kemnungkinannya akan berhasil hal itu di karenakan telah terlatihnya tubuh untuk menerima gerak-gerak yang bersifat gagah dan berwibawa seperti tarian Teruna Jaya, Kebyar Duduk, Jauk, Topeng dan tarian-tarian yang lainnya yang harus memiliki penyajian gagah dan tegap. Adapun tehnik-tehnik tradisi yang lainnya adalah mengurut para penari sebelum melakukan tarian tersebut adalah untuk memperlancar peredaran darah dan melemaskan otot-otot yang agak kaku sehingga di dalam menari tidak terjadi kesalahan pada otot-otot yang sering di bilang pemanasan. Melakukan pengurutan itupun yang biasanya para guru tari tersebut menggunakan minyak kelapa murni, hal itu dikarenakan minyak kelapa tidak mudah kering dan dapat melicinkan pada bagian-bagian tubuh yang hendak di urut agar sewaktu pengurutan tidak menimbulkan lecet pada kulit. Oleh karena itu sebagian besar pelatih/guru tari yang mengajar dengan cara/tehnik tradisional yang pada umumnya mengerti tentang ilmu mengurut tubuh, hal itu dikarenakan seringnya hal tersebut di lakukan sewaktu akan mengajar sebuah tarian.

Minggu, 14 Oktober 2018

Pengertian Tari Tradisional dan Jenis-jenisnya

Pengertian Tari Tradisional dan Jenis-Jenisnya

         Sabtu, 08 September 2018
Pengertian Tari Tradisional - Bagi Anda yang belum tahu mengenai pengertian tari tradisional dan jenis-jenisnya, simak ulasan berikut. Tari sendiri berarti gerak tubuh yang dilakukan sesuai dengan iramanya pada waktu dan tempat tertentu. Tari bermanfaat untuk mengungkapkan perasaan, maksud, keperluan pergaulan dan juga pikiran. Tari biasanya disertai dengan musik pengiring atau bunyi-bunyian ketika sedang menari. Tujuannya adalah untuk memperkuat maksud dari tari itu sendiri serta mengatur gerakan dari penari tersebut. Gerakan tari tentunya berbeda seperti gerakan berjalan, berlari dan gerakan sehari-hari lainnya.

Pengertian dan Jenis-Jenis Tari Tradisional

Dansa adalah salah satu contoh tari yang saat ini banyak dilakukan orang-orang. Hanya saja dansa merupakan tari yang berasal dari bangsa Barat, atau bahkan merupakan salah satu budaya bangsa Barat. Tari dansa biasanya dilakukan oleh sepasang pria dan wanita yang saling berpegangan tangan dan melakukan gerakan dansa serta diiringi alunan musik. Lalu, apa pengertian tari tradisional? Tari tradisional merupakan tari yang tumbuh dan juga berkembang pada daerah tertentu. Tari tersebut dianut oleh masyarakat pada daerah tersebut secara turun-temurun. Tari tradisional memiliki nilai historis tinggi dan pedoman yang luas.

Tari tradisional sendiri terbagi menjadi 3 jenis, di antaranya yaitu:

1. Tari rakyat
Tari rakyat juga disebut dengan tari Folkasik yaitu tari yang lahir dan juga berkembang dari budaya masyarakat lokal. Salah satu jenis tari tradisional ini sudah ada sejak zaman primitif, tari ini diturunkan secara turun-temurun sampai sekarang. Jenis tari tradisional ini memiliki ciri khas yaitu memiliki nuansa sosial, memiliki gerak, rias dan kostum yang sederhana serta merujuk pada kebudayaan masyarakat lokal. Beberapa contoh tari rakyat di antaranya yaitu Tari Tayub, Orek-Orek, Tari Piring, Sintren dan lain sebagainya. Bahkan diketahui bahwa tari rakyat masih sarat dengan unsur magis.

2. Tari klasik
Pengertian tari tradisional yang satu ini yaitu tari yang lahir dan juga berkembang di lingkungan keraton. Tari klasik sudah ada sejak zaman feodal dan diturunkan secara turun-temurun di kalangan bangsawan. Umumnya tari klasik memiliki ciri khas, salah satunya yaitu berpedoman pada standarisasi. Ciri lainnya yaitu memiliki nila estetis yang tinggi dengan makna yang sangat dalam. Tari klasik juga memiliki ciri penampilan yang serba mewah, mulai dari gerak, kostum hingga riasan yang dikenakan para penarinya. Contoh tari klasik yaitu Tari Bedaya, Lawung Atlit, Serimpi dan lain sebagainya.

3. Tari kreasi baru
Pengertian dari tari kreasi baru yang tari klasik yang sudah diaransemen, tari ini berkembang sesuai perubahan zaman. Walaupun sudah diaransemen sesuai dengan perkembangan zaman, namun tari ini masih memiliki nilai-nilai di dalamnya. Tari kreasi baru umumnya diciptakan atau dibuat oleh para pakar tari. Contoh tari kreasi baru di antaranya yaitu Tari Kupu-Kupu, Tari Merak, Tari Roro Ngingel, Tari Manipuri dan lain sebagainya.

Setelah membaca ulasan tersebut, tentu Anda sudah tahu apa yang dimaksud dengan tari tradisional. Indonesia memang memiliki banyak sekali tari tradisional yang sampai saat ini masih sering dipentaskan. Sekian yang dapat disampaikan mengenai pengertian tari tradisional dan jenis-jenisnya.

10 Tari Tradisional Indonesia Paling Populer Koran Sindo Jum'at, 13 April 2018 - 06:00 WIB Tari tradisional Indonesia sangat di...